Kemiskinan di Indonesia tidak dapat di bantah lagi. masih banyak penduduk negeri ini yang pendapatannya tidak cukup untuk sesuap nasi sehari-hari. bahkan ratusan kepala keluarga terpaksa mengkonsumsi nasi aking sebagai makan pokok mereka. bukan mendramatisir, tapi inilah potret warga di sebagian wilayah Indonesia. harga sembako yang menurut sebagian warga tidak memihak kepada mereka -artinya mahal- menjadi faktor utama kemiskinan. selain itu ketidak ratanya lapangan pekerjaan, rendahnya upah bagi para buruh -yang sebagian warga Indonesia adalah buruh- juga memperparah banyaknya pengangguran dan kemiskinan.
Diposting oleh
rachmadhiya salsabila
komentar (0)
pemerintah sudah berupaya keras untuk memberantas pengangguran dan kemiskinan. melalui pembukaan dan pemerataan lapangan pekerjaan, peningkatan UMR para buruh dan PNS juga program-program lainnya. melalui usaha tersebut pengangguran dan kemiskinan di Indonesia perlahan sudah berkurang jumlahnya. walaupun belum signifikan, upaya tersebut terbukti telah menunjukkan hasilnya.
namun banyak sekali rintangan yang dihadapi dalam menyukseskan program pemerintah tersebut. mulai dari gangguan dari pihak warga, media massa, maupun pemerintah itu sendiri. banyak warga yang membutuhkan, mengambil, memanfaatkan namun ada yang acuh tak acuh bahkan tidak peduli dan memandang sebelah mata program tersebut. pada badan pemerintahan dari tingkat RT sampai tingkat DPR RI banyak juga yang susah untuk dipercaya. mungkin instruksi dari Pak Presiden sudah cukup jelas dan sangat bermanfaat bagi seluruh warganya tanpa kecuali, tapi oknum-oknum yang mengerjakan tugas mulia dari Pak Presiden tersebut, tidak semua semata untuk orang lain. ada saja yang menganggap dirinya selalu kurang dan selalu berhak untuk mendapat "jatah tambahan" dari uang negara. mungkin jikalau dia memang meminta jatah tambahan itu dengan hasil dan proses kerja yang memuaskan segala pihak, it's no problem. tapi jika hasilnya tidak jelas apa dan berapanya juga prosesnya bagaimana dan gimananya membingungkan, ini baru dipertanyakan. memang seorang pemimpin selalu bertanggung jawab atas segala perilaku anggota atau bawahannya juga termasuk kesalahannya. namun jika terus menerus menyalahkan seorang pemimpin, seorang anggota atau bawahan akan selalu bahagia karena jikalau dia salah, dia tidak akan dimarahi atau diminta pertanggung jawaban dari segala pihak.
hari ini, saya melihat, mendengar dan mencerna suatu berita di televisi tentang kemiskinan di negeri kita tercinta ini. H-4 lebaran 2011. banyak warga yang berebut zakat dari seorang pengusaha kaya atau sebuah instansi besar. stasiun tv itu berkata bahwa perkataan presiden tentang penurunan angka kemiskinan itu hambar karena masih banyaknya warga yang kurang mampu berebut antrean zakat. Menurut saya Pak Presiden berkata demikian pasti ada bukti dan faktanya. kemiskinan menurun bukan berarti hilang atau musnah ditelan bumi begitu saja. ini membutuhkan proses yang sangat panjang mengingat bahwa saat ini kemiskinan yang melanda warga bukan hanya tercipta pada beberapa hari, namun sudah seperti warisan dari turun temurun pada beberapa generasi. artinya kemiskinannya bukan terjadi saat pemerintahan Pak Presiden saat ini, tapi juga dari masa pemerintahan Pak Presiden sebelum-sebelumnya.
bolehlah kita berkomentar tentang suatu kinerja seseorang dalam kepemimpinan. namun sebaiknya kita juga melihat proses dan fakta yang ada tentang kinerja tersebut. kadangkala kita hanya melihat tujuan yang akan dicapai tanpa melihat jalan apa yang harus kita lalui. kadangkala kita menuntut seseorang seenaknya tanpa melihat dan memperhatikan langkah apa yang telah dicapai olehnya bahkan terkadang menutup-nutupi dan tidak mau mengakuinya.
semoga bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia selalu diberikan berkah oleh-Nya. amin.
Diposting oleh
rachmadhiya salsabila
komentar (0)
stars are created in pairs
stars are born like a butterfly
