night in the sky

saat melihat langit malam,,apa yang kau harap selain menanti cahaya bintang

Kemiskinan di Indonesia tidak dapat di bantah lagi. masih banyak penduduk negeri ini yang pendapatannya tidak cukup untuk sesuap nasi sehari-hari. bahkan ratusan kepala keluarga terpaksa mengkonsumsi nasi aking sebagai makan pokok mereka. bukan mendramatisir, tapi inilah potret warga di sebagian wilayah Indonesia. harga sembako yang menurut sebagian warga tidak memihak kepada mereka -artinya mahal- menjadi faktor utama kemiskinan. selain itu ketidak ratanya lapangan pekerjaan, rendahnya upah bagi para buruh -yang sebagian warga Indonesia adalah buruh- juga memperparah banyaknya pengangguran dan kemiskinan.


pemerintah sudah berupaya keras untuk memberantas pengangguran dan kemiskinan. melalui pembukaan dan pemerataan lapangan pekerjaan, peningkatan UMR para buruh dan PNS juga program-program lainnya. melalui usaha tersebut pengangguran dan kemiskinan di Indonesia perlahan sudah berkurang jumlahnya. walaupun belum signifikan, upaya tersebut terbukti telah menunjukkan hasilnya.

namun banyak sekali rintangan yang dihadapi dalam menyukseskan program pemerintah tersebut. mulai dari gangguan dari pihak warga, media massa, maupun pemerintah itu sendiri. banyak warga yang membutuhkan, mengambil, memanfaatkan namun ada yang acuh tak acuh bahkan tidak peduli dan memandang sebelah mata program tersebut. pada badan pemerintahan dari tingkat RT sampai tingkat DPR RI banyak juga yang susah untuk dipercaya. mungkin instruksi dari Pak Presiden sudah cukup jelas dan sangat bermanfaat bagi seluruh warganya tanpa kecuali, tapi oknum-oknum yang mengerjakan tugas mulia dari Pak Presiden tersebut, tidak semua semata untuk orang lain. ada saja yang menganggap dirinya selalu kurang dan selalu berhak untuk mendapat "jatah tambahan" dari uang negara. mungkin jikalau dia memang meminta jatah tambahan itu dengan hasil dan proses kerja yang memuaskan segala pihak, it's no problem. tapi jika hasilnya tidak jelas apa dan berapanya juga prosesnya bagaimana dan gimananya membingungkan, ini baru dipertanyakan. memang seorang pemimpin selalu bertanggung jawab atas segala perilaku anggota atau bawahannya juga termasuk kesalahannya. namun jika terus menerus menyalahkan seorang pemimpin, seorang anggota atau bawahan akan selalu bahagia karena jikalau dia salah, dia tidak akan dimarahi atau diminta pertanggung jawaban dari segala pihak.

hari ini, saya melihat, mendengar dan mencerna suatu berita di televisi tentang kemiskinan di negeri kita tercinta ini. H-4 lebaran 2011. banyak warga yang berebut zakat dari seorang pengusaha kaya atau sebuah instansi besar. stasiun tv itu berkata bahwa perkataan presiden tentang penurunan angka kemiskinan itu hambar karena masih banyaknya warga yang kurang mampu berebut antrean zakat. Menurut saya Pak Presiden berkata demikian pasti ada bukti dan faktanya. kemiskinan menurun bukan berarti hilang atau musnah ditelan bumi begitu saja. ini membutuhkan proses yang sangat panjang mengingat bahwa saat ini kemiskinan yang melanda warga bukan hanya tercipta pada beberapa hari, namun sudah seperti warisan dari turun temurun pada beberapa generasi. artinya kemiskinannya bukan terjadi saat pemerintahan Pak Presiden saat ini, tapi juga dari masa pemerintahan Pak Presiden sebelum-sebelumnya.

bolehlah kita berkomentar tentang suatu kinerja seseorang dalam kepemimpinan. namun sebaiknya kita juga melihat proses dan fakta yang ada tentang kinerja tersebut. kadangkala kita hanya melihat tujuan yang akan dicapai tanpa melihat jalan apa yang harus kita lalui. kadangkala kita menuntut seseorang seenaknya tanpa melihat dan memperhatikan langkah apa yang telah dicapai olehnya bahkan terkadang menutup-nutupi dan tidak mau mengakuinya.

semoga bangsa dan negara kita tercinta, Indonesia selalu diberikan berkah oleh-Nya. amin.

stars are created in pairs


stars are born like a butterfly

Kau membuat bergerak memberontak

Tapi tidak dengan melupakan kodrat

Kau membuat bergerak berkarya

Dengan tidak melupakan keluarga

Kaulah awal pergerakan kami

Membuat keseimbangan jiwa

Dalam kehidupan wanita Indonesia

Agar selalu bahagia lahir dan batinnya

Kini ragamu telah tiada

Jiwamu telah pergi

Namun semangatmu takkan pernah henti

Berada di sisi hati kami




(hhe,, mencoba untuk membuat puisi,, pdhal untuk tugas bhs.indo kelas X..comment yah!!)

Tujuan yang Tak Tertuju
Buah pena : Rachmadhiya Salsabila

“Hah! Desa Seribu Bayangan?” seru Toni heran.
“Iya. Aku dengar desa itu misterius. Bayangan disana bisa hidup!” seru Ardi tak kalah heboh.
“Ah, yang bener? Kok aku gak pernah denger ya?” kataku tak percaya.
“Iya, kita kan dah hidup disini 15 tahun. Samasekali aku enggak pernah dengar nama desa itu?” kata Caca.
“Makanya, itu karena desa itu penuh misteri. Nah, aku ingin besok kita menjelajah saja kesana. Setuju gak? Biar kita bisa tahu lebih dalam tentang desa itu.” Jelas Ardi.
“Kalau aku sih bisa-bisa aja. Tapi gimana nih dengan para ladies? Pada bisa gak?” ejek Toni.
“Emangnya aku takut? Enggak lah. Aku ikut.” Jawabku penuh percaya diri. “Lagipula, apa yang ditakutkan dari bayangan yang bisa hidup?” celotehku.
“Kalau Mia ikut, aku ikut. Hehe.” Jawab Caca.
“OK, berarti besok minggu kita berangkat jam tujuh pagi. Biar enggak kesiangan. Kalian berdua, Mia sama Caca, nanti kita samperin di rumah Mia aja ya.” Ujar Ardi.
“Siap bos.” Jawabku.
Setelah itu kita pamit pulang. Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Pertemuan di rumah Ardi barusan, membuat aku berfikir tentang desa itu. Desa Seribu Bayangan? Emang ada beneran desa dengan nama seperti itu? Pikirku. Tak lama kemudian, aku sudah sampai dirumah. Dan malam itu, aku menyiapkan segala sesuatunya buat hari esok, karena aku akan pergi pagi sekali.

***********************

Aku, Caca, Toni dan Ardi, pamit pada orang tuaku. Kami sudah berkumpul di rumahku 5 menit yang lalu. Kami pun menusuri jalanan aspal menuju persimpangan di ujung kota. Menuju kesana hanya membutuhkan waktu 30 menit dengan berjalan kaki. Setelah itu ada pertigaan dan kita belok ke kiri. Kurang lebih 15 menit, kita sudah mencapai perdesaan. Jalan menuju Desa Seribu Bayang masih memakai tanah yang dipagari pohon petai yang tinggi besar. Aspal belum mewarnai jalan ini, pikirku.
Jarang sekali terdengar kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalan ini. Hanya beberapa petani yang singgah ke sawah miliknya yang terhampar luas sekali di samping kanan kiri kami. Semua padi di sawah ini masih bewarna hijau. Ketika angin berhembus kencang, sawah itu terlihat seperti permadani hijau yang lembut, menggoda kami untuk istirahat di atasnya, karena hari ini matahari bersinar sangat semangat. Angin disini sejuk sekali, seperti membawa hawa dingin yang turun dari gunung bersalju.
Tapi, ketika angin kencang datang kembali, aku melihat hal yang aneh. Ada sebuah gambar yang tergambar di hamparan padi yang masih hijau itu! Bentuknya seperti sebuah wajah!
“Hei, coba lihat sawah disana! Kau lihat sesuatu?” tanyaku sambil menunjukkan sawah yang ada gambar wajah itu.
Toni, Ardi dan Caca tidak melihat gambar wajah itu.
“Liat wajah orang. Bener kan?” seseorang menjawab.
“Kau melihatnya?” jawabku sambil menoleh kearahnya. Seorang anak laki-laki yang kira-kira berumur 10 tahun, tiba-tiba muncul di belakang kami.
“Ya, disekitar sini, sudah bukan menjadi misteri lagi tentang gambar-gambar aneh yang dibuat oleh alam.” Jawab anak itu.
“Maksud kamu?” Tanya Toni.
Anak kecil itu menjelaskan tentang hal-hal aneh yang terjadi di sekitar jalan menuju Desa Seribu Bayang. Seperti bayangan wajah tadi, bayangan daun bamboo yang seperti orang berperangan, bayangan kucing yang seperti serigala, dan hal-hal aneh yang pernah dialaminya. Anak kecil itu bilang, kalau didalam desa itu, semua bayangan serasa hidup. Semua bayangan.
“Oh, jadi itu sebabnya nama desa itu Desa Seribu Bayang.” Tebak Ardi.
“Bukan cuma itu saja, ketika malam hari, di luar rumah, serasa banyak bayangan berkeliaran. Terlihat seperti sekelebat bayangan hitam jalan-jalan.”
Kami semua terdiam mendengar cerita anak laki-laki itu. Tiba-tiba..
“Kyaa !” pekik Caca.
“Apaan sih! Orang baru diceritain dah ketakutan.” Sewot Toni.
“Bukan itu, tapi ini.” Jawab Caca gemetaran.
Ternyata, ada seekor cacing tanah yang menggeliat di betis Caca! Kami semua tertawa geli melihat ekspresi Caca yang ketakutan. Suasana yang seram berganti menjadi penuh tawa gara-gara ulah si cacing nakal di kaki Caca.

*****************

Kami pun melanjutkan perjalanan. Tak terasa 3 jam sudah kami berjalan menuju Desa Seribu Bayang, namun desa yang kami tuju tidak kunjung terlihat.
“Memangnya Desa Seribu Bayang jauh sekali? Kenapa kita enggak sampai-sampai?” Tanya Caca.
“Entahlah. Hei, masih jauh ya?” Tanya Ardi.
“Aku juga jadi bingung. Kenapa terasa jauh sekali.” Jawab anak itu.
“Kau berjanji akan mengantarkan kita ke desa itu kan? Kau telah menghilangkan peta kita tadi sewaktu menolong Caca…” ucap Ardi menegaskan.
“Iya, te..tenang saja. Aku tahu jalannya. Ehm…lebih baik kita istirahat dulu. Bagaimana?” ujar anak laki-laki itu.
“Ya sudahlah. Aku juga sudah capek berjalan.” Jawab Caca.
“Oke, ayo kita istirahat sekarang, sekalian makan siang. Aku sudah tidak sabar untuk melihat desa misterius itu.” Seru Ardi.
Kami pun beristirahat di bawah pohon besar, entah apa jenis pohon tersebut. Kami makan siang bersama. Aneh, sebelumnya aku tidak melihat anak laki-laki itu membawa bekal, tapi mengapa ditangannya kini ada sebungkus nasi, lengkap dengan sayur dan lauknya. Hei, aku juga ingat. Bukankah sewaktu kami melihat dia, dia sehabis keluar dari sawah. Tapi kakinya tidak kotor sama sekali ! Paling tidak ada sedikit lumpur dikakinya. Di kaki anak laki-laki itu, tidak ada sedikit lumpur, bahkan disela-sela kuku kakinya. Ah, sudahlah. Pasti hanya imajinasiku saja.
Anak laki-laki itu bercerita bahwa, dia selalu mendapat pengalaman misterius setiap harinya. Katanya, kemarin dia melihat seorang anak perempuan kecil yang bayangannya seperti seorang wanita dewasa memakai gaun. Dia juga bercerita kalau, kambing milik tetangga sebelahnya mempunyai bayangan seperti kuda perang lengkap dengan baju besinya. Bayangan daun-daun yang gugur terlihat seperti meriam yang jatuh berguguran. Ini semakin menarik saja. Setiap bayangan seperti hidup.
Tapi ketika dia menceritakan pada malam harinya, ini menakutkan. Setiap malam, kita akan merasakan sekelebat bayangan hitam yang banyak lalu lalang di depan rumah kita. Kadang, kita tidur ditemani dengan suara-suara orang berjalan-jalan. Aku takkan pernah bisa tidur di desa itu.
Kami sudah berjalan kira-kira 1 jam tanpa hasil apapun. Kamipun mulai kesal, karena kami berfikir anak laki-laki itu membuat kami tersesat. Ketika kami menanyakan kemana arah yang benar, dia hanya tertawa sembari memperlihatkan barisan gigi kuningnya. Kami yang kesal akhirnya memutuskan mencari seseorang dan bertanya tentang tujuan kami. Tapi, baru aku sadari, sejak kita bertemu dengan anak kecil itu, kemana semua orang? Tapi ketika kami bertemu dengan seseorang, kami merasa tidak perlu untuk bertanya. Ada apa ini?

*******************

Aku pun membisikkan semua hal yang aku curigai kepada Ardi. Diapun seakan tersadar dari ketidakberesan ini. Dia memintaku untuk tidak memberi tahu Caca dan Toni terlebih dahulu. Tak lama kemudian, kami berlima bertemu dengan seorang bapak-bapak yang kelihatan seperti sedang beristirahat.
“Permisi pak, boleh kami bertanya?” sapa Ardi ramah.
“Oh ya, silahkan.” Jawab bapak yang memakai kaos merah itu.
“Kalau boleh tahu, kemana arah menuju Desa Seribu Bayang?” Tanya Ardi.
“Desa Seribu Bayang?” jawab bapak itu heran.
“Iya, pak. Kita sudah berjalan hampir lima jam, tapi tak kunjung menemukan desa itu, pak.” Jelas Toni.
“Desa Seribu Bayang?” Tanya bapak itu sekali lagi, seolah tidak yakin dengan pertanyaannya.
“Betul, pak.” Seru Caca.
“Saya tidak pernah tahu ada desa bernama Desa Seribu Bayang. Apalagi di daerah sini. Desa di sebelah desa ini tidak ada yang bernama Desa Seribu Bayang.” Jelas bapak itu.
“Lho, harusnya ada pak!” kataku tak percaya.
“Saya ini Pak Subari. Kades desa ini. Saya lahir dan besar di desa ini selama 45 tahun. Dan sampai hari ini saya tidak pernah melihat desa bernama Seribu Bayang itu.” Jelas bapak itu.
“Kami membawa seorang penduduk dari desa tersebut…Hei! Kemana anak laki-laki itu!” teriakku.
“Lho? Kemana dia?” ucap Caca bingung.
“Bapak tadi lihat anak laki-laki kecil yang bareng kita?” Tanya Toni.
“Anak kecil yang mana? Dari tadi bapak cuma lihat kalian berempat.” Jawab Bapak Subari.
Hah ! Berempat! Jelas-jelas tadi kita berlima sama anak itu. Kenapa tiba-tiba dia menghilang? Bapak itu juga enggak lihat anak itu. Tunggu dulu..
“Tadi kata bapak, bapak enggak pernah melihat Desa Seribu Bayang.” Tanyaku.
“Iya. Tapi bapak sering mendengarnya.” Jelas bapak itu.
Kami pun diberi tahu tentang mitos keberadaan Desa Seribu Bayang. Desa itu sebenarnya tidak pernah ada. Desa itu hanya akan menjadi bayang-bayang belaka. Karena kami sudah berjalan jauh sekali, dan atas saran bapak kades, kami semua pulang dengan menumpang diatas mobil pickup yang sekaligus akan pergi ke kota.
Dalam perjalanan, aku berfikir apakah ini semua hanya halusinasi? Apakah anak laki-laki itu enggak pernah ada selama ini? Sepanjang perjalanan aku melihat daerah ini berpenghuni, banyak anak-anak bermain di pinggir jalan. Tapi mengapa ketika berangkat, aku merasa berada di daerah yang sepi, seperti desa yang mati.

***********************

“Hei, teman. Kurasa kita memang tidak menemukan Desa Seribu Bayang. Tapi kita melewatinya dengan tidak sadar. Kurasa itulah sebab namanya seperti itu. Karena desa itu hanya ada di bayang-bayang kita.”




{ pertama kali dalam sejarah hiduku,, cerpen ku selesai!! wah, senangnya hatiku karna dari dulu aku membuat cerpen tidak pernah selesai..hhe. ini juga selesai karna tuntutan tugas mata pelajaran bhs.indonesia kelas XG SMA N 8 YOGYA. jadi, jadi enggak jadi kudu jadi. ok.

Bersiap-siaplah untuk menikmati hujan meteor Lyrid, yang bisa diamati dari arah rasi Lyra. Hujan meteor yang telah teramati semenjak dua ribu tahun yang lalu, mungkin bukanlah hujan meteor yang meriah, dengan rata-rata 10-20 meteor perjam, tetapi kadang terjadi dalam jumlah yang besar; di tahun 1982 tercatat mencapai 90 meteor perjam, dan bahkan pernah mencapai 180-300 permenit. Demikian juga pada tahun 1922. Fenomena yang jarang terjadi ini tidaklah mudah terprediksi, oleh karena itu, akan menjadi sangat menarik untuk menikmati & mengamatinya, siapa tahu pada saat kita mengamati, sedang ramai hujan meteor terjadi.

Peta langit untuk hujan meteor lyrid 2010. Kredit : spaceweather

Pada tahun ini, hujan meteorLyrid akan terjadi sekitar 16-26 April 2010 dan berpuncak hari rabu, 22 April 2010, dengan sehari sebelum dan sesudah juga memungkinkan memberikan hasil pengamatan yang menarik (jika langit cerah). Saat pengamatan terbaik adalah setelah bulan terbenam di bawah horizon, tentunya setelah lepas tengah malam; dan carilah pada arah utara, temukan segitiga musim panas (Vega, Deneb & Altair, lihat gambar). Deneb adalah bintang paling cerlang pada rasi Cygnus, Altair pada rasi Aquila dan pusatkan perhatian Vega, bintang paling terang pada rasi Lyra.

Rasi Lyra di arah timur laut. Kredit : Starwalk

Dari arah situlah, apabila kita beruntung, maka akan menikmati terjadinya hujan meteor. Jadi, tunggu apa lagi, mari kita bersiap, mencari tempat yang gelap, dengan tempat pengamatan nan nyaman di dini hari, menikmati hujan meteor Lyrid.


Dikutip dari : langitselatan.com

Biarkan bumi bernafas sejenak ! Ubah dunia dalam 1 jam, matikan lampu!.

Aksi pemadaman lampu selama 1 jam.

Inilah aksi gobal selama satu jam yang akan dilaksanakan di seluruh dunia pada tanggal 27 Maret 2009 pada pukul 20.30 – 21.30. Aksi yang berlangsung sejak tahun 2007 tersebut telah berhasil mengikutsertakan lebih dari 1 milyar penduduk Bumi dari 88 negara untuk mematikan lampu selama satu jam saja.

Aksi ini dimulai pada tahun 2007 dengan sebuah pertanyaan sederhana, bagaimana caranya menginspirasi orang untuk mengambil sebuah langkah nyata dalam masalah perubahan iklim? Jawabannya, mintalah penduduk Sidney untuk memadamkan lampunya selama satu jam. Hasilnya? Tanggal 31 Maret 2007, 2,2 juta penduduk dan 2100 pebisnis di Sydney turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Lampu dipadamkan selama satu jam – yang disebut sebagai Earth Hour. Jika reduksi efek rumah kaca yang dicapai Sydney selama Earth Hour bisa bertahan selama satu tahun, maka itu akan sama dengan meniadakan 48.616 mobil dari jalan selama setahun.

Aksi ini kemudian diteruskan menjadi gerakan global yang melibatkan individu masyarakat, korporasi bahkan negara untuk sama-sama terlibat dan memikirkan tentang kondisi Bumi yang kelelahan. Pada saat lampu dipadamkan dari rumah ke rumah, kota ke kota, saat kegelapan melanda, suara kita akan didengar oleh orang-orang yang masih punya kepedulian. Itulah harapannya.

Tak bisa dipungkiri kalau problematika iklim saat ini menjadi salah satu masalah serius bagi Bumi. Isu pemanasan global mungkin membuat kita bertanya-tanya, lantas apa yang harus dilakukan untuk mengatasi dan menyelamatkan Bumi? Bukankah kebergantungan hidup manusia pada listrik demikian besar?

Yang pasti kebergantungan pada listrik yang notabene paling banyak berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan mengeluarkan CO2 atau gas rumah kaca telah mengakibatkan kenaikan dramatis temperatur rata-rata Bumi sehingga menyebabkan naiknya air permukaan laut, musim kemarau panjang serta badai, dan perubahan besar-besaran terhadap lingkungan hidup yang telah menjadi sumber kehidupan kita.

Earth Hour memang tidak akan bisa menjadi jawaban instan atas permasalahan tersebut. namun setidaknyaEarth Hour bisa menjadi “awal” bagi masyarakat atau “momentum” untuk mengingatkan masyarakat akan problematika iklim yang terjadi di Bumi ini sehingga untuk itu dibutuhkan perubahan gaya hidup untuk dapat berkontribusi dalam “menyelamatkan Bumi”.

International Dark Sky Week (IDSW)
Nah, Earth Hour hanya akan berlangsung satu jam. Pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah efektif? Jawabannya memang kembali pada individu yang melaksanakan, apakah ia akan mengubah gaya hidupnya atau tidak. Tapi masalah “kesadaran” untuk membuat perubahan ini bukan hanya 1 jam kok.

Busur Bima Sakti yang seharusnya tampak jika langit gelap. Kredit : Babak Tafreshi

Di berbagai belahan dunia, setelah aksi Earth Hour, akan ada yang namanya International Dark Sky Week. Gerakan yang satu ini bukan hanya sehari tapi satu minggu yang akan berlangsung dari tanggal 4 – 10 April 2010. Idenya adalah tingkat polusi cahaya di dunia terutama di kota-kota besar sudah sangat tinggi. Kota seakan telah ditudungi oleh cahaya dan langit gelap adalah sesuatu yang sangat langka untuk bisa ditemukan di daerah perkotaan.

Tak percaya ? Cobalah ke luar rumah dan lihatlah ke langit, berapa banyak bintang yang bisa terlihat? Tapi mengapa langit gelap ini demikian penting? Bukankah melihat bintang adalah urusan astronom?

Yang pasti, tak perlu menjadi astronom untuk menyatakan langit gelap itu penting. Saat ini langit gelap merupakan salah satu kekayaan alam yang mulai punah. Satu generasi lalu, di hampir semua kota besar, masyarakat dapat menikmati busur Bima Sakti maupun indahnya taburan bintang di langit dari halaman rumah mereka. Sekarang? Lihatlah dan buktikan sendiri betapa sedikitnya obyek langit yang bisa kita nikmati dari halaman rumah. Dan jika ini terus terjadi… generasi berikutnya tak kan pernah melihat bintang di langit!

Peta polusi cahaya di dunia. Kredit : NASA

Hilangnya langit gelap disebabkan oleh polusi cahaya, dalam hal ini cahaya artifisial yang berasal dari lampu jalan, papan reklame, dll yang bersinar ke langit. Yang pasti cahaya yang terpancar ke atas ini juga sudah pasti merupakan energi yang terbuang. Energi tersebut kemudian dipantulkan oleh atmosfer Bumi dan menyebabkan langit malam menjadi semakin terang dan cerlang. Nah, energi listrik yang terbuang ini lagi-lagi berasal dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui. Akibatnya akan ada polusi udara.

Pembuangan energi seperti ini tentunya sangat tidak perlu. Untuk itu perlu digerakkan sebuah kesadaran untuk mengurangi polusi cahaya. Kalau Earth Hour juga ikut membantu pengurangan polusi cahaya lewat mematikan lampu selama 1 jam, maka International Dark Sky Week justru mengajak seluruh masyarakat Bumi untuk belajar dan menerapkan bagaimana kita bisa menghemat penggunaan listrik sekaligus membantu membuat langit tetap gelap.

Kegiatan yang dimulai sebagai National Dark Sky Week di Amerika pada tahun 2003 ini memang pada akhirnya menjadi kegiatan global yang dikumandangkan oleh International Dark Sky Association dan UNESCO pada tahun 2009 disepanjang International Year of Astronomy 2009. Nah bagaimana kita berpartisipasi dalam International Dark Sky Week ?

  • Matikan lampu tamanmu di sepanjang minggu jika memang aman untuk dilakukan.
  • Nyalakan lampu yang dibutuhkan saja
  • Ajak teman dan tetangga untuk ikut berpartisipasi
  • Gantilah lampu dengan lampu yang lebih menghemat energi dan tudung bagi lampu jika memungkinkan. Hal ini dilakukan agar cahaya yang terpancar dari lampu tidak akan mengarah ke langit.
  • Ikutlah dalam star party atau kegiatan lainya di observatorium atau planetarium lokal di sepanjang minggu tersebut dan promosikan tentang dark skies awareness.

Saat ini, menurut PBB, masyarakat dunia sudah berjumlah lebih dari 3,3 milyar jiwa dan lebih dari setengahnya menetap di area perkotaan. Pertumbuhan ini akan mencapai 5 milyar pada tahun 2030. Dengan pertumbuhan kota maka pengaruhnya pada lingkungan pun akan terus bertumbuh. Untuk itu diperlukan kesadaran yang dimulai sejak sekarang untuk mengurangi dampak dari kerusakan lingkungan tersebut.

Selain International Dark Sky Week, pada tanggal 20 April juga akan diadakan “World Night” in defence of the Night Sky dan waktu untuk mengamati bintang sebagai kekayaan budaya, sains dan lingkungan. Setiap tahun, pada tanggal 20 April, kita diajak untuk mengingat hak kita agar memiliki kesempatan menikmati langit malam yang gelap dan penuh bintang gemintang. Kegiatannya? Tentunya tak beda jauh dengan International Dark Sky Week, karena “World Night” in defence of the Night Sky juga merupakan awal lahirnya Dark Sky Week.

Di bulan yang sama, dunia juga akan melakukan Bulan Astronomi Global yang akan dilangsungkan di sepanjang bulan April. Kegiatan tersebut juga mengikutsertakan Earth Hour, International Dark Sky Weekdan “World Night” in defence of the Night Sky dalam program yang akan dilaksanakannya. Karena itu bergabunglah, dan jangan berhenti setelah Earth Hour. Berpartisipasilah sebanyak mungkin dalam kegiatan untuk melestarikan langit malam dari polusi cahaya dan teruskanlah sebagai gaya hidup baru yang akan menyelamatkan Bumi.

Ingat, dari satu langkah kecil kita bisa mendapatkan hasil yang besar di masa depan yang akan menjadi warisan berharga bagi generasi selanjutnya.

Dikutip dari : langitselatan.com

Setelah menunggu cukup lama, para astronot akhirnya mendapat izin untuk dapat mengakses internet di luar angkasa. Timothy (TJ) Creamer, salah seorang penghuni Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah berusaha mendapatkan akses internet sejak ia berangkat dari Bumi sebulan silam. Pada Jumat (22/1), ia mengirim tweet pertama langsung dari luar angkasa.

"Halo Twitterverse. Kami sekarang sedang mengirim tweet langsung dari ISS. Tweet pertama dari luar angkasa. Sampai berjumpa lagi, kirim balasan Anda," tulis TJ di laman Twitter-nya. Awak ISS kini dapat menggunakan laptop tak hanya untuk mengirim sejumlah data ke Bumi saja, tapi juga dapat berselancar di dunia maya. Akses internet ini terhubung melalui jaringan penghubung komunikasi berkecepatan tinggi.

Pihak National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengatakan akses internet ini ditujukan untuk menaikkan moral para astronot. Hal itu dirasa perlu karena para astronot terpisah jauh dari keluarga dan kerabat dalam waktu lama. Lalu apakah NASA khawatir para astronot itu nantinya akan lebih memilih untuk internet-an ketimbang bekerja? "Mereka adalah individu yang berdedikasi tinggi. Jadi mereka akan memprioritaskan pekerjaannya terlebih dahulu," ucap juru bicara NASA, Kelly Humphries pada Associated Press.(AYB)

Penemuan planet super Bumi pada bintang deret utama di tahun 2005 menjadi awal perjalanan era baru penemuan planet-planet berukuran Bumi tersebut. Sampai saat ini sudah ditemukan 28 planet super Bumi dengan ukuran beragam dari 1,9 – 9,4 massa Bumi. Apakah pencarian ini berhenti? Tidak juga.

Pencarian terus berlanjut. Selama ini planet super Bumi yang ditemukan tersebut rata-rata mengitari bintang katai merah atau bintang kelas K dan M yang lebih dingin dari Matahari. Namun tak berarti bahwa tidak ada planet super Bumi yang mengitari bintang sekelas Matahari.

Steven Vogt dari University of California, Santa Cruz, dan Paul Butler dari Carnegie Institution of Washington, berhasil menemukan 6 exoplanet bermassa kecil mengelilingi dua buah bintang dekat yang serupa Matahari. Di antara planet-planet tersebut, dua di antaranya merupakan planet super Bumi yang sekaligus menjadi 2 planet super Bumi pertama yang ditemukan mengelilingi bintang serupa Matahari.

Penemuan ini juga mengindikasikan kalau planet bermassa kecil sebenarnya merupakan fenomena umum yang ada di sekeliling bintang. Dan tak bisa dipungkiri kalau penemuan ini justru menjadi indikasi bahwa penemuan planet serupa Bumi yang memiliki potens kehidupan bukan lagi menjadi sebuah harapan kosong. Bukan tak mungkin kalau dalam beberapa tahun ke depan planet seperti itu berhasil ditemukan. Apalagi dalam tahun-tahun mendatang berbagai misi pencarian exoplanet juga akan diluncurkan.

Planet – planet bermassa kecil tersebut ditemukan dengan menggabungkan data yang dikumpulkan oleh teleskop Keck di W. M. Keck Observatory, Hawaii dan Anglo-Australian Telescope (AAT) di New South Wales, Australia.

Sistem Keplanetan 61 Virginis

Bintang 61 Virginis yang bisa dilihat dengan mata bugil dari Bumi. Kredit : NASA

Bintang 61 Virginis yang bisa dilihat dengan mata bugil dari Bumi. Kredit : NASA

Dari planet-planet yang ditemukan tersebut, tiga di antaranya mengorbit bintang 61 Virginis, yang merupakan bintang serupa Matahari. Bintang ini berada pada jarak 27,8 tahun cahaya dan bisa dilihat dengan mata bugil pada kondisi langit yang gelap di rasi Virgo. Bintang 61 Virginis (61 Vir) merupakan bintang deret utama yang memiliki kemiripan dengan Matahari dalam hal usia, massa dan parameter lainnya. Sebagai perbandingan, 61 Vir memiliki massa 0,96 massa Matahari, dimeter 0,94 diameter Matahari serta luminositas 0,78 luminositas Matahari. Hampir serupa bukan?

Di bintang 61 Vir inilah Vogt dan rekan-rekannya berhasil menemukan ada 3 buah planet dengan massa 5, 18 dan 22,9 massa Bumi tengah mengorbit bintang tersebut. Tak hanya itu. Tim lain yang melakukan pengamatan dengan teleskop Spitzer milik NASA berhasil menemukan cincin debu yang tebal di area yang cukup jauh di sistem ini, seperti halnya Pluto dari Matahari. Debu tersebut tampaknya terbentuk dari tabrakan obyek berupa komet pada area terluar sistem yang dingin.

Debu dingin yang ditemukan Spitzer tengah mengorbit 61 Vir mengindikasikan adanya hubungan kemiripan antara Matahari dan 61 Vir. Hal ini dibuktikan oleh Eugenio Rivera, peneliti postdoctoral di UCSC melalui hasil perhitungan komputasi yang ia lakukan. Dalam simulasi numerik yang dilakukan Rivera, ia menemukan bahwa dunia yang bisa dihuni sepeti Bumi sangat mungkin ada di area yang belum dijelajahi di 61 Vir. Area yang ia maksut adalah area di antara planet yang ditemukan Vogt dan piringan debu di area terluar sistem 61 Vir.

Orbit planet-planet dalam sistem keplanetan 61 Virgnis. Kredit : Earthbound Planet Search

Orbit planet-planet dalam sistem keplanetan 61 Virgnis. Kredit : Earthbound Planet Search

Simulasi pola temperatur pada atmosferik global planet yang baru ditemukan di 61 Virginis. Pola alirannya menunjukkan kemiripan dengan pola di planet Venus. Kredit : J. Langton, Principia College.

Simulasi pola temperatur pada atmosferik global planet yang baru ditemukan di 61 Virginis. Pola alirannya menunjukkan kemiripan dengan pola di planet Venus. Kredit : J. Langton, Principia College.

Pengamatan dan studi lanjut sistem 61 Vir ini akan dilakukan dengan menggunakan Automated Planet Finder (APF) Telescope, teleskop baru yang sedang dibangun di Lick Observatory, Mount Hamilton dekat San Jose

Sistem Keplanetan HD1461

Sistem kedua yang ditemukan mengindikasikan keberadaan planet super Bumi dengan massa 7,5 massa Bumi yang sedang mengorbit bintang HD 1461, bintang lainnya yang hampir bisa dikatakan sebagai kembaran Matahari. HD 1461 merupakan bintang yang berada pada jarak 76 tahun cahaya dan berada di rasi Cetus. Bintang ini bisa terlihat dengan mata bugil saat malam menjelang pada kondisi langit yang sangat gelap.

Selain planet super Bumi tersebut, diperkirakan sistem ini masih memiliki 2 planet tambahan lainnya. Planet HD 1461b dengan massa 7,5 massa Bumi merupakan planet dengan massa menengah antara massa Bumi dan Uranus. Dan yang masih belum terpecahkan adalah, apakah planet ini merupakan planet serupa Bumi yang sebagian besar merupakan batuan dan besi ataukah seperti Uranus dan Neptunus yang sebagian besar terdiri dari air.

Penemuan Yang Menakjubkan
Planet-planet bermassa rendah tersebut bisa ditemukan berkat penggabungan data dari AAT dan teleskop Keck sehingga pendeteksia planet bermassa super Bumi itu bisa dimungkinkan. Planet dalam di sistem 61 Vir merupakan planet dengan sinyal planetari dengan amplitudo yang paling rendah. Kombinasi data pengamatan AAt dan Keck teleskop inilah yang memungkinkan tim peneliti bisa memastikan keberadaan planet-planet bermassa rendah tersebut.

Pendeteksian planet di 61 Vir dan HD 1461 membawa manusia pada pemikiran baru terkait dunia extrasolar planet. Semenjak tahun 1995, keberadaan planet yang mengorbit bintang sudah terbukti merupakan hal umum yang bisa ditemukan. Kini, pernyataan itu harus sedikit diubah karena indikasi penemuan exoplanet menunjukkan setengah dari Bintang di sekitar Matahari memiliki planet yang massanya sama atau sedikit lebih rendah dari Neptunus.

Atau dengan kata lain, jika dulu planet gas seukuran Jupiter adalah hal umum, maka sekarang planet super Bumi juga menjadi obyek yang ada di dalam sistem keplanetan sebuah bintang. Kenyataan lain juga datang seiring dengan perkembangan teknologi. Gregory Laughlin, salah satu penemu exoplanet menyatakan jika dulu pengamatan planet-planet seukuran Bumi hanya bisa dilakukan dengan teleskop landas angkasa, maka kini teleskop landas Bumi pun sudah mampu menemukan planet dengan potensi memiliki kehidupan.

Di masa depan… bisa jadi kita akan menemukan saudara kembar Bumi di sebuah sistem keplanetan lain. Tak ada yang tak mungkin bukan?

Sumber : UCSC

Dikutip dari : langitselatan.com

Sebelum planet-planet menemukan jalannya untuk memiliki orbit yang stabil seperti saat ini, mereka bergoyang dan dorong-mendorong seperti halnya anak-anak kecil yang tidak bisa tenang.

Saat ini, teleskop Spitzer milik NASA berhasil menemukan bintang muda dengan bukti orbit hiperaktif yang mirip. Planet muda tersebut mengelilingi bintang yang diperkirakan merupakan objek mirip komet yang mengalami gangguan dan mengakibatkan terjadinya tabrakan sehingga melepas debu halo yang sangat besar.

Bintang tersebut, HR 8799 pada bulan November 2008 lalu diberitakan sebagai bintang pertama dari dua bintang yang citranya terekam memiliki planet. Teleskop landas Bumi di Observatorium W.M Keck dan Observatorium Gemini yang berada di HAwaii, merekam citra dari 3 planet yang mengorbit pada area yang cukup jauh dari sistem, dengan massa ketiganya sekitar 10 massa jupiter. Planet lainnya yang terekam juga diumumkan pada saat yang sama dengan bintang Fomalhaut. Fomalhaut ditemukan dan dipotret oleh Teleskop Hubble milik NASA. HR 8799 dan Fomalhaut merupakan bintang muda yang jauh lebih masif dari Matahari.

Citra inframerah halo debu raksasa yang berada di sekitar bintang HR 8799. kredit : NASA/Spitzer

Citra inframerah halo debu raksasa yang berada di sekitar bintang HR 8799. kredit : NASA/Spitzer

Sebelumnya, para astronom telah menggunakan Hubble dan Spitzer untuk mengambil citra piringan yang berotasi dari puing-puing keplanetan di sekitar Fomalhaut, yang jaraknya 25 tahun cahaya dari Bumi. Bintang HR 8799 jaraknya 5 kali lebih jauh sehingga para ilmuwan sendiri meragukan apakah Spitzer mampu memotret piringannya. Ternyata… Spitzer berhasil.

Menurut Kate Su dari Universitas Arizona, sekaligus pimpinan tim peneliti sistem di HR 8799, “awan debu raksasa yang mengelilingi piringan itu sangat tidak biasa. Debu tersebut diperkirakan berasal dari tabrakan antar benda kecil yang mirip komet atau obyek es yang membentuk sabuk Kuiper di Tata Surya”. Gravitasi ketiga planet raksasa ini menyebabkan benda-benda yang lebih kecil terlontar dan bermigrasi di area sekeliling atau bertabrakan satu sama lainnya. Bahkan para astronom memperkirakan kalau ketiga planet tersebut masih belum bisa dipastikan kapan akan mencapai orbit yang stabil. Dengan demikian masih banyak kekerasan yang akan terus terjadi.

Sistem mengalami keadaan yang kacau dan semrawut. Tabrakan terjadi dimna-mana dan memenuhi awan besar itu dengan debu halus. Yang menarik, para ilmuwan berhasil mendapatkan hubungan langsung antara piringan planet dan planet yang terekam dalam citra. Penelitian pada piringan sudah lama dilakukan, dan hanya bintang HR 8799 dan Fomalhaut yang merupakan dua contoh sistem yang dapat dipelajari hubunganya antara lokasi planet dan piringan.

Saat Tata Surya masih muda, ia juga melewati proses migrasi yang mirip. Jupiter dan Saturnus bergerak berkeliling, mengalami tabrakan dan melemparkan komet ke sekelilingnya bahkan kadang ke Bumi. Bahkan ada teori yang mengatakan kalau kejadian ekstrim pada fasa inilah yang dikenal dengan nama tabrakan besar (heavy bombardment), fasa yang diyakini dapat menjelaskan bagaimana Bumi memiliki air. Diperkirakan, komet yang mirip bola saljulah yang telah menghantam Bumi dan membawa cairan favorit penduduk Bumi, air.


Dikutip dari : langitselatan.com

jam

About this blog


berbagai pengetahuan tentang alam semesta dan fakta-fakta bumi akan terangkum disini

selamat belajar...

hitcounter

bagaimana kesan anda pada blog ini?

Total Pageviews

follower

Popular Posts